Apalah Artinya Jika Kita Tidak Bisa Bermanfaat Bagi Sesama

15 Mar 2008

Kemaren, aku dan Mey Chan berada di Makassar selama 3 hari.. Dalam kurun waktu tersebut, kita menghabiskan waktu selain untuk konser CARNAVAL (SCTV), kemudian ada launching PERMEN TOLAK ANGIN, kita juga menghabiskan waktu untuk acara-acara sosial.
Bersama dengan keluarga besar PT.SIDOMUNCUL, saya dan Mey chan bertemu dengan masyarakat yang tunanetra, anak-anak SLB yang mengalami DOWNSYNDROME, pedagang asongan, mengalami berbagai macam problema hidupnya. Misalnya saja, kita bertemu dengan para penyandang pemulung, dan juga keluarga korban kelaparan ‘Aco’. Si Aco ini bocah lelaki yang masih berusia 4 tahun, dengan berat 10 kg (berat yang sangat abnormal untuk bocah seusianya), karnaval-sctv-makassar-140308-0.jpgbaru saja ditinggal oleh ibunya akibat meninggal karena kelaparan. Dalam kandungan ibunya sendiri juga terdapat janin berusia kandungan 7 bulan yang juga ikut meninggal dalam kandungan. Kondisi Aco juga sudah mulaiaco4.jpg membaik, dari yang tadinya hanya beratnya 8 kg, setelah dirawat di RS, aco2.jpgAco kecil boleh pulang dan sudah naik 2 kg, dan sudah bisa ‘BERGAUL’ dengan keadaan sekeliling. Kini Aco dititipkan di Panti Asuhan untuk dirawat dan dididik di sana.
Tanpa diberikan aba-aba, setelah kami (saya dan Mey Chan) melihat keadaan fisik Panti Asuhan tersebut, dimana kamar mandi yang ada hanya satu dengan kondisi tidak layak, maka saya dan Mey chan memutuskan untuk memberikan sumbangan yang sepantasnya untuk Panti Asuhan ini…. (duh, kalau kalian bisa meninjau langsung panti asuhan dan juga si Aco, pasti kalian juga akan melakukan hal yang sama)
Pun begitu dengan PT.Sidomuncul, perusahaan jamu no.1 yang selalu tak pernah melupakan untuk melakukan aksi sosial juga menyumbang panti asuhan ini… Selain itu juga menyumbang untuk anak-anak SLB dan tunanetra.
Kami di sana bernyanyi juga untuk mereka, lagu ‘INGAT KAMU’, ‘LELAKI BUAYA DARAT’, ‘TTM’, dan juga ‘EGP’ kami senandungkan untuk mereka-mereka ini.

Terharu rasanya melihat mereka semua ini. Dari sini saya seperti mendapat sebuah pencerahan bahwa ternyata apa yang saya hadapi dalam hidup ini tidak ada apa-apanya dibanding dengan apa yang sedang mereka alami. Tetes air mata yang saya gulirkan di balik kacamata saya, membuat saya mengucapkan rasa syukur yang luar biasa, bahwa ternyata saya masih jauh lebih beruntung dari mereka. ‘PUJI TUHAN’ kata Mey Chan, dan ‘ALHAMDULILLAH’ kata saya…..
Memang dalam hidup ini, kita harus selalu mem BALANCE kehidupan kita… Tertawa, sedih, menangis, bekerja, belajar, bersosialisasi, berdoa, bersama keluarga, bersyukur, dan ber-ber yang lainnya…

Apalah artinya kita hidup sebagai manusia jika kita tidak bisa bermanfaat bagi yang lainnya. Seperti tak mau larut dalam konflik, saya pun juga melakukan hal-hal positif yang lain, seperti misalnya ikut dalam mengkampanyekan VAKSIN ANTI KANKER MULUT RAHIM. Ini sebuah vaksin yang cukup bisa membuat kaum hawa bisa sedikit bernafas lega, dikarenakan telah diciptakannya sebuah terobosan untuk mencegah penyakit kanker tersebut, yang mana kanker rahim dan kanker payudara adalah penyakit yang sangat menjadi momok kaum hawa yang bisa menyebabkan kematian.
Vaksin ini tidaklah terlalu mahal, hanya meraup biaya sekitar 1 juta hingga 1,5 juta sekali suntik dengan hanya 3x waktu penyuntikkan dalam kurun waktu 6 bulan. Jika kita mengatakan bahwa suntikan ini mahal, rasanya sangat bisa terbantahkan. Mengapa?…… Karena dibanding jika kita nanti harus merogoh kocek kita dari mulai 100 juta hingga miliaran rupiah jika kita terkena penyakit tersebut (amit-amit, jangan sampai ya!!!), lebih baik langkah pencegahan kita lakukan demi kesehatan tubuh kita. Dan perlindungan suntikan ini bisa melindungi kita untuk jangka waktu 7 tahun sampai seumur hidup…. (wah, ini sangat membuat aku sebagai kaum hawa bisa tersenyum…) Tetapi sebelum kita melakukan vaksin, kita harus melakukan PAP SMEAR terlebih dahulu untuk mendeteksi apakah ada VIRUS HPV 16-18 dalam rahim kita, jika hasil Pap smear negatif, maka kita dibolehkan langsung memvaksin tubuh kita yang mana vaksin ini disuntikkan di tangan.. (gak sakit kan?)

Hmmm… Seminggu terakhir ini, selain bekerja, dan menghabiskan waktu bersama anak-anakku, aku pun sangat bahagia karena bisa mengisi waktuku untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang positif….
Ya sudah, aku pamit dulu, sedang bersiap-siap untuk bernyanyi nanti malam di Cafe K7 Jakut, dan malamnya setelah nyanyi, aku langsung ke Lampung bersama tim MAIA dan anak-anakku naik bis…. Minggu pulang… Doakan ya, bahwa aku bisa bermanfaat bagi sesama, dan kalian mudah-mudahan juga sama…. DADAH… I LOVE YOU….


TAGS


-

Author

Follow Me


Categories

Archive