KESABARAN AKAN BERBUAH MANIS

29 Sep 2008

Tanggal 23 September 2008, merupakan hari yang sangat penting dalam sejarah hidupku, dimana Pengadilan Agama Jakarta Selatan, akhirnya memutuskan perkara gugatan perceraianku dengan suamiku tercinta, Dhani Ahmad Prasetyo, yang pada November 2008 ini menikah 12 tahun dengan aku. Hasilnya sangat menggembirakan… Keputusan majelis hakim hampir mengabulkan semua gugatanku…

Dhani, yang notabene adalah sahabat, teman, guru, serta ayah dari ketiga anakku harus terakhiri pernikahannya dengan aku, karena konflik yang hampir 2 tahun berjalan dan belum mendapatkan jalan penyelesaian secara kekeluargaan, akhirnya harus terputus dan jatuh talak lewat keputusan Pengadilan Agama…. Sedih, sakit, dan perih yang luar biasa yang aku alami, tapi apapun jalan takdir Allah, inilah keputusan yang terbaik untuk semuanya… Walaupun aku tau, tidak ada satupun yang menginginkan perceraian di dunia ini, tetapi apabila sebuah perkawinan cenderung lebih banyak ‘mudharat’ nya, maka perceraian dibolehkan oleh agama Islam…

SABAR, IKHLAS, PASRAH terhadap ujian yang diberikan Allah terhadap mahluknya, TIDAK MENGELUH , serta KEKUATAN DOA, dipercaya dapat membawa pada sebuah hasil akhir yang positif… Aku tidak mengatakan bahwa aku menang atau kalah.. Tapi dalam hal ini, semua ihktiar yang aku lakukan selama 2 tahun ternyata membuahkan hasil yang baik di diri aku. Ini juga bukan masalah kalah atau menang, aku tidak menang dan aku tidak kalah dalam kasus gugatan perceraianku, karena yang lebih penting buat aku adalah, bagaimana aku bisa membesarkan anak-anakku yang merupakan titipan Allah yang harus dijaga, dididik, dibesarkan, dicintai, dsb… Al-EL-dan DUL merupakan PR yang harus aku selesaikan di dunia ini, walaupun sampai detik ini mereka pun belum berada dalam pelukanku, tetapi sebagai ibu yang dipercaya kekuatan doanya bisa dikabulkan untuk ketiga anakku, maka tugasku adalah mendoakan mereka agar ketiganya bisa menjadi manusia yang sholeh, cerdas, pintar, tegar, kuat, bernasib baik, dan berhati karim, ini adalah doa yang selalu kupanjatkan untuk anak-anakku walaupun mereka jauh dari aku.

Aku percaya bahwa Surga ada di telapak kaki ibu, maka aku tidak akan pernah takut kehilangan buah hatiku. Ketika suatu saat Allah menakdirkan aku harus bersama mereka, maka mereka pasti akan bertemu aku nanti, apapun dan bagaimanapun jalannya.

Al-EL-DUL, bunda kangen ama kalian…. bunda juga akan selalu mendoakan kalian dimanapun kalian berada, karena kamu semua lahir dari rahimku, maka pertalian darah tersebut tidak akan pernah lepas dan tergantikan oleh siapapun dan apapun…

I LOVE YOU my sweethearts


TAGS


-

Author

Follow Me


Categories

Archive